destinasiaNews – Setelah lebih dari satu dekade vakum, Masjid Agung Bandung (MAB) akhirnya kembali menggelar Ramadan Fest yang akan berlangsung 6 hingga 15 Maret 2026.
Agenda syiar Ramadan yang pernah menjadi tradisi tahunan ini dihidupkan kembali sebagai momentum kebangkitan kegiatan keagamaan sekaligus penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban umat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, S.H., M.H., MBA., atau yang akrab disapa Aom Roedy, dalam Konferensi Pers persiapan Ramadan Fest di Lantai 2, Ruang Rapat Masjid Agung Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 14, Kota Bandung, Selasa, (17/2/2026).
Menurut Roedy Wiranatakusumah, Ramadan Fest terakhir kali digelar sekitar 11 tahun lalu, karena itu, penyelenggaraan pada 2026 menjadi titik awal (kick off) untuk menghidupkan kembali tradisi Ramadan yang lebih meriah, inklusif, dan melibatkan partisipasi luas masyarakat.
“Ramadan Fest ini bukan sekadar kegiatan internal Masjid Agung Bandung, kami siapkan sebagai pilot project yang bisa menjadi role model bagi masjid-masjid lain di Bandung Raya,” ungkap Roedy Roedy Wiranatakusumah yang juga Lawyer kelas dunia dan Guru Besar Pencak Silat.
Ramadan Fest 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai kalangan, untuk kegiatan di dalam masjid, program yang disiapkan antara lain tadarus Al-Qur’an, kuliah subuh, pesantren kilat, hingga kajian rutin selama Ramadan yang menghadirkan para penceramah lokal.
Di sisi lain, area selasar dan halaman masjid akan disulap menjadi ruang interaksi publik melalui panggung hiburan bernuansa religi.
Berbagai kegiatan seperti lomba menggambar anak-anak, aktivitas keluarga, hingga penampilan musik religi akan digelar untuk menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Tak hanya itu, Ramadan Fest juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM.
Roedy Wiranatakusumah menilai potensi ekonomi dari kegiatan ini cukup besar, mengingat Masjid Agung Bandung berada di titik nol atau “puser” Kota Bandung yang setiap hari dipadati masyarakat.
“Masjid Agung Bandung ini pusatnya Kota Bandung, siapa pun boleh datang ke sini tanpa melihat latar belakang sosialnya,” ujar Roedy Wiranatakusumah.
Salah satu hal yang berbeda pada Ramadan Fest tahun ini adalah keterlibatan aktif Pemerintah Kota Bandung.
Atas arahan Wali Kota Bandung, seluruh Camat dari 30 Kecamatan di Kota Bandung akan bergiliran hadir setiap hari selama Ramadan mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa untuk ikut memakmurkan masjid.
Kolaborasi tiga pihak juga akan terjalin antara Pemkot Bandung melalui bagian Kesra, Masjid Agung Bandung, dan Baznas akan berpartisipasi melalui program pemberdayaan dan menghadirkan UKM binaannya dalam rangkaian Ramadan Fest.
Masjid Agung Bandung juga menargetkan program buka puasa bersama dengan kapasitas sekitar 1.000 orang per hari yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.
Menariknya, program ini tetap berjalan meski tanpa dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya menghentikan dukungan karena Masjid Agung Bandung dinilai bukan aset Pemprov.
Roedy Wiranatakusumah mengakui, pengelolaan masjid bukan perkara mudah, setiap bulan, pihaknya harus memastikan kebutuhan operasional seperti listrik dan air tetap terpenuhi, termasuk untuk ribuan jamaah yang berwudhu setiap harinya.
Karena itu, ia mengajak berbagai stakeholder dan perusahaan untuk ikut terlibat dalam mendukung Masjid Agung Bandung, baik dalam bentuk tenaga, program, maupun sponsorship.
Ramadan Fest 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk CIMB Niaga Syariah yang merupakan bagian dari grup perbankan asal Malaysia.
Selain itu, kolaborasi juga akan dilakukan dengan (ITB), termasuk rencana program sosial berbagi makanan menggunakan mobil layanan makanan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Roedy Wiranatakusumah berharap, keterlibatan perbankan syariah dan institusi pendidikan dapat memperkuat sinergi antara aspek spiritual, sosial, dan ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan Ramadan.
Lebih dari sekadar kegiatan musiman, Ramadan Fest 2026 diharapkan menjadi awal dari agenda tahunan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dengan konsep kolaboratif dan keterlibatan berbagai pihak, Masjid Agung Bandung ingin kembali menegaskan perannya sebagai pusat syiar, pemberdayaan, dan persatuan umat di jantung Kota Bandung.
“Ini bukan hanya tentang acara, ini tentang menghidupkan kembali ruh Ramadan di Masjid Agung Bandung dan menjadikannya contoh bagi masjid-masjid lainnya,” pungkas Roedy Wiranatakusumah. (*Red).









