destinasiaNews – Suasana Alun-alun Kota Bandung mendadak dipenuhi decak kagum ratusan warga ketika Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) terlihat bergelantungan di ketinggian puluhan meter di Menara Kembar Masjid Agung Bandung (MAB), Selasa (10/3/2026), aksi ekstrem tersebut merupakan simulasi pembersihan menara kembar yang digelar bersama pengelola Masjid Agung Bandung.
Simulasi ini bukan sekadar atraksi keberanian di udara, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perawatan salah satu ikon religi sekaligus destinasi wisata utama Kota Bandung menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dari bawah, ratusan warga dan wisatawan terlihat berhenti sejenak dari aktivitasnya di kawasan Alun-alun Bandung, sebagian mengangkat ponsel untuk merekam momen langka tersebut, sementara yang lain hanya bisa terpaku melihat para relawan yang dengan tenang menuruni dinding menara setinggi sekitar 81 meter menggunakan sistem tali khusus.
Simulasi pembersihan menara ini dilakukan dengan teknik rope access atau akses tali, metode yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan di tebing, gedung tinggi, hingga medan vertikal ekstrem.
Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, para personel Vertical Rescue Indonesia turun dari puncak menara satu per satu, mereka melakukan simulasi membersihkan bagian dinding menara sambil memastikan kondisi struktur tetap aman.
Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, S.H., M.H., MBA., menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengelola Masjid Agung Bandung dalam menjaga keindahan dan kebersihan salah satu ikon kota Bandung.
“Hari ini istimewa, karena Vertical Rescue Indonesia memberikan dukungan profesional untuk membersihkan ikon Kota Bandung ini, kami sengaja memperlihatkan proses ini kepada masyarakat sebagai simbol tekad kami menjaga marwah dan kelestarian Masjid Agung Bandung,” ujar Roedy Wiranatakusumah di hadapan para awak Media.
Menurut Roedy Wiranatakusumah, perawatan menara kembar Masjid Agung Bandung bukanlah pekerjaan mudah, selain membutuhkan tenaga profesional, perawatan juga memerlukan biaya yang cukup besar karena ketinggian menara dan kompleksitas teknisnya.
Karena itu, pihak pengelola Masjid Agung Bandung membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik melalui sponsorship maupun program Corporate Social Responsibility (CSR), agar keberlangsungan perawatan Masjid Agung Bandung dapat terus terjaga.
Bagi masyarakat awam, melihat seseorang berjalan di dinding menara dengan seutas tali mungkin tampak seperti aksi nekat atau bahkan “sihir”, namun bagi anggota VRI, kegiatan ini merupakan pekerjaan profesional yang membutuhkan latihan panjang dan disiplin tinggi.
Salah satu anggota VRI, Rachman menegaskan, teknik yang mereka gunakan memiliki standar keselamatan yang ketat, ini bukan sekadar soal berani, ada orang yang baru naik lima meter saja sudah gemetar, “Kami menggunakan standar safety yang ketat dan teknik ini hanya diajarkan secara profesional di Sekolah Vertical Rescue,” ujarnya.
Seluruh personel VRI yang terlibat telah melalui pelatihan khusus dalam teknik high-angle rescue, yaitu metode penyelamatan di medan vertikal seperti tebing, jurang, gedung tinggi, hingga menara.
Teknik tersebut memastikan para relawan dapat bekerja dengan stabil meskipun berada di ketinggian puluhan meter.
Simulasi ini memiliki beberapa tujuan strategis yang tidak hanya berkaitan dengan perawatan fisik bangunan, tetapi juga edukasi bagi masyarakat.
Pertama, menjaga ikon pariwisata, menara kembar Masjid Agung Bandung merupakan salah satu simbol visual Kota Bandung dan wajah Jawa Barat yang dikenal luas oleh wisatawan, menjaga kebersihan dan kondisi menara menjadi langkah penting agar ikon tersebut tetap tampil prima.
Kedua, persiapan menyambut Idul Fitri, setiap tahun, kawasan Masjid Agung Bandung dipadati ribuan jamaah saat Idul Fitri, karena itu, pengelola memastikan seluruh area masjid berada dalam kondisi terbaik menjelang puncak arus jamaah.
Tiga, edukasi teknik penyelamatan vertikal, simulasi ini menjadi sarana edukasi publik mengenai teknik rope access dan penyelamatan di ketinggian, yang jarang disaksikan langsung oleh masyarakat.
Simulasi yang digelar di jantung Kota Bandung ini hanyalah awal dari rangkaian pembersihan intensif Menara Kembar Masjid Raya Bandung.
Dalam beberapa hari ke depan, kegiatan perawatan akan terus dilakukan hingga seluruh bagian menara benar-benar bersih dan siap menyambut Idul Fitri.
Sinergi antara pengelola masjid dan relawan Vertical Rescue Indonesia menjadi contoh bagaimana kolaborasi komunitas, relawan, dan lembaga keagamaan dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi warga Bandung, pemandangan relawan yang bergelantungan di langit Alun-alun Bandung bukan hanya atraksi menegangkan, tetapi juga simbol kerja keras untuk menjaga salah satu kebanggaan kota.
Dengan menara yang kembali bersih dan berkilau, Masjid Raya Bandung diharapkan dapat menyambut para jamaah Idul Fitri dengan suasana yang lebih megah, bersih, dan penuh khidmat.
Di balik aksi spektakuler Vertical Rescue Indonesia (VRI), terdapat sosok yang sudah dikenal luas di Indonesia, yaitu Tedi Ixdiana.
Organisasi Vertical Rescue Indonesia didirikan oleh Tedi Ixdiana, tokoh petualang dan ahli panjat tebing Indonesia yang dikenal luas dalam dunia petualangan alam bebas dan kegiatan sosial berbasis ekspedisi.
Tedi Ixdiana dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan keahliannya untuk membantu masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Melalui Vertical Rescue Indonesia, Tedi Ixdiana pernah memimpin berbagai program sosial berskala nasional, termasuk program Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia yang bertujuan membuka akses bagi daerah-daerah terisolasi.
Program tersebut telah menghasilkan ratusan jembatan gantung yang kini menjadi jalur vital bagi masyarakat di berbagai provinsi di Indonesia.
Selain itu, Tedi Ixdiana juga menggagas program “1.000 Jalur Panjat Tebing”, sebuah inisiatif untuk mengembangkan olahraga panjat tebing sekaligus mendorong wisata petualangan di berbagai daerah.
Sebagai seorang profesional di bidang penyelamatan vertikal, Tedi Ixdiana dan timnya juga dikenal memiliki keterkaitan dengan komunitas petualangan profesional seperti Eiger Adventure Service Team, yang memiliki reputasi tinggi dalam kegiatan ekspedisi dan rescue.
Dedikasinya bahkan pernah mengantarkannya menjadi nominator Kick Andy Heroes 2018, sebuah penghargaan bagi tokoh yang memberikan kontribusi sosial luar biasa bagi masyarakat. (HS/HRS/BRH/dtn).









