Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Framing
  • Life Style
  • Healty & Sporty
  • Campus to Campus
  • Hotel
  • MICE
  • Nice Culinaire
  • Wisata
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Framing
  • Life Style
  • Healty & Sporty
  • Campus to Campus
  • Hotel
  • MICE
  • Nice Culinaire
  • Wisata
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Framing

Pelaku Sejarah Romusha Abah Landoeng, Beberkan Kisahnya di Hadapan TV Belanda

admindestina by admindestina
15/06/2025
in Framing
0
Pelaku Sejarah Romusha Abah Landoeng, Beberkan Kisahnya di Hadapan TV Belanda

destinasiaNews — Di usianya yang hampir menyentuh satu abad, Abah Landoeng Soewarno (99), tokoh sepuh asal Bandung, kembali menjadi saksi hidup sejarah yang bersuara. Sabtu siang (14/6/25) itu, ia menjadi narasumber utama dalam sebuah dokumenter produksi televisi nasional Belanda, Nederlandse Omroep Stichting (NOS).

Dalam wawancara yang dipandu langsung oleh reporter Melinde Vassens dan didampingi jurnalis Indonesia, Ati, Abah Landoeng mengenang kembali masa kelam ketika dirinya dipaksa menjadi romusha. Yaitu pekerja paksa pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, antara tahun 1942 hingga 1945.

Baca Juga

Lewat Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar Gaungkan Perang Lawan Narkoba

TNI AU Peduli: Salurkan Bantuan dari Lanud Husein Sastranegara untuk Korban Bencana NTT

“Abah Landoeng ini mungkin satu-satunya korban romusha yang masih hidup dan masih bisa menarasikan langsung penderitaan masa itu. Beliau adalah aset sejarah bangsa,” ujar Ati.
Kembali ke Tapak Luka

Wawancara tahap pertama dilakukan di kawasan Batik Halus, Bandung—daerah yang dulunya bagian dari hutan belantara Sukaluyu. Di situlah, lebih dari delapan dekade lalu, remaja bernama Landoeng dipaksa bekerja bersama ratusan romusha lainnya, membuka jalan setapak di tengah lebatnya rimba.

“Dulu di sini hutan. Kami disuruh bikin jalan, lebarnya cuma satu meter. Sekarang sudah jadi kawasan padat, tapi dulu, hanya gelap dan nyamuk,” ujar Abah, suaranya berat dan parau. Sesekali ia terbatuk kecil, tangannya gemetar saat menunjukkan dadanya yang cekung.

“Sampai sekarang masih terasa. Kalau dulu ketahuan lelah atau istirahat, kami bisa ditendang atau ditampar, juga dijemur di bawah matahari terik. Banyak yang mati karena lapar dan sakit. Teman-teman Abah, satu per satu, tumbang. Yang bikin Goa Jepang di Dago itu juga banyak yang nggak pulang,” tuturnya dengan mata yang berkabut.
Tetap Lembut, Meski Pernah Dihancurkan Kekerasan.

Wawancara dilanjutkan di kediaman Abah Landoeng di Gang Jameng 5, Cimahi. Tempat tinggalnya sejak 2018, setelah menikah dengan Ibu Sani Suningsih, istri keduanya. Sepeninggal almarhumah Ibu Mie Setiawati yang memiliki 6 putra-putri, masing-masing Budi, Agung, Evan, Ayu, Deden, dan Dwi.

Di rumah itu, suasana terasa lebih tenang. Duduk di kursi kesayangannya, Abah tampak lebih santai. Namun saat mengingat masa lalu, suaranya tetap penuh makna.

“Abah bersyukur masih hidup, masih bisa cerita. Terima kasih buat TV NOS yang masih mau mendengarkan cerita tua ini. Walau pahit, semoga kisah Abah jadi pelajaran. Bahwa penjajahan itu tak ada gunanya,” ucapnya perlahan namun tegas.

Ia berharap bangsa Indonesia terus menolak kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Negara kita sudah sepakat untuk menghapus penjajahan dari muka bumi. Jangan sampai ada anak muda yang harus merasakan yang Abah rasakan,” tuturnya.

Saksi Hidup, Warisan Tak Tertandingi, Abah Landoeng

Tim TV NOS menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Abah Landoeng atas kesediaannya menjadi narasumber. Bukan hanya sebagai korban sejarah, Abah juga dikenal sebagai pensiunan guru, mengabdi di dunia pendidikan sejak 1956 hingga 1996.

Pada 2024, ia menerima Tanda Kehormatan Veteran Dwi Kora dari Kementerian Pertahanan RI. Di tahun yang sama, kisah hidupnya diabadikan di Dutch Resistance Museum di Amsterdam, sebagai bagian dari pameran bertajuk The Former Dutch Colonies: From World War II to Independence.

“Beliau sosok luar biasa. Lembut, penuh kasih, tapi ucapannya dalam dan menggugah. Nilai-nilai kemanusiaan beliau sampaikan tanpa kemarahan, hanya dengan kejujuran,” kata Melinde Vassens penuh kagum.

Jurnalis Ati menutup dengan penuh hormat, “Abah Landoeng bukan sekadar saksi sejarah. Ia adalah suara nurani bangsa. Ia mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, ia adalah warisan yang diperoleh dari penderitaan, darah, dan kesabaran luar biasa”.* (HS/HRS/dtn)

Share234Tweet146SendSend
admindestina

admindestina

Artikel Lain

Lewat Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar Gaungkan Perang Lawan Narkoba
Framing

Lewat Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar Gaungkan Perang Lawan Narkoba

04/09/2026
TNI AU Peduli: Salurkan Bantuan dari Lanud Husein Sastranegara untuk Korban Bencana NTT
Framing

TNI AU Peduli: Salurkan Bantuan dari Lanud Husein Sastranegara untuk Korban Bencana NTT

03/09/2026
Fifie Rahardja Hadir di PN Bandung Sebagai Saksi Pelapor Usai Tiga Kali Tak Penuhi Panggilan
Framing

Fifie Rahardja Hadir di PN Bandung Sebagai Saksi Pelapor Usai Tiga Kali Tak Penuhi Panggilan

01/09/2026
Jenderal Bintang Tiga TNI AD Pulang Kampung, Ajak 3.000 Warga Ciwidey Bersholawat di HUT RI dan Maulid Nabi
Framing

Jenderal Bintang Tiga TNI AD Pulang Kampung, Ajak 3.000 Warga Ciwidey Bersholawat di HUT RI dan Maulid Nabi

31/08/2026
Next Post
Hebat, Perhelatan Galungan Combat Sport Salurkan Bakat Petarung Anak Muda Bandung

Hebat, Perhelatan Galungan Combat Sport Salurkan Bakat Petarung Anak Muda Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

GIIAS Bandung 2026: Pameran Otomotif Terlengkap untuk Warga Jawa Barat

GIIAS Bandung 2026: Pameran Otomotif Terlengkap untuk Warga Jawa Barat

05/09/2026
LEPAS E4 EV Hadir dengan Perlindungan Baterai yang Telah Teruji untuk Pengalaman Berkendara yang Lebih Meyakinkan

LEPAS E4 EV Hadir dengan Perlindungan Baterai yang Telah Teruji untuk Pengalaman Berkendara yang Lebih Meyakinkan

05/09/2026
Diresmikan Pemerintah, Fasilitas Manufaktur BYD di Subang Tandai Babak Baru Perjalanan Lokalisasi di Indonesia

Diresmikan Pemerintah, Fasilitas Manufaktur BYD di Subang Tandai Babak Baru Perjalanan Lokalisasi di Indonesia

05/09/2026
Tempat Nongkrong Baru di Arcamanik: Repeat.am Coffee Ramai Ibu Muda dan Gen Z

Tempat Nongkrong Baru di Arcamanik: Repeat.am Coffee Ramai Ibu Muda dan Gen Z

04/09/2026
Lewat Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar Gaungkan Perang Lawan Narkoba

Lewat Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar Gaungkan Perang Lawan Narkoba

04/09/2026

Menu

  • Airport
  • Apartement
  • Campus to Campus
  • Destinasi
  • Entertainment
  • Framing
  • Health
  • Healty & Sporty
  • Hotel
  • Life Style
  • MICE
  • Nice Culinaire
  • Technologi
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber

© 2026 Destinasianews -

No Result
View All Result
  • Framing
  • Life Style
  • Healty & Sporty
  • Campus to Campus
  • Hotel
  • MICE
  • Nice Culinaire
  • Wisata
  • Teknologi

© 2026 Destinasianews -

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In