BANDUNG, destinasiaNews – Sebuah ajakan mendadak datang ke redaksi pada Rabu malam, 29 Juli 2026.
“Sebaiknya Anda lihat malam ini di halaman rumah saya di Arcamanik. Ada Mang Bob, pelukis mural dari Creative Division Viking Persib Club. Ternyata dia teman anak saya, Jati,” ujar Eka Santosa, 67, mantan Ketua DPRD Jawa Barat periode 1999–2004 yang kini aktif memperjuangkan pelestarian lingkungan.
“Unik, muralnya mengangkat tema lingkungan dan Persib. Datang malam ini juga, karena besok mereka berangkat ke Kota Banjar untuk membuat mural di Polres,” lanjutnya.Meski datang dengan tergesa, redaksi akhirnya tiba di kediaman Eka Santosa di kawasan Arcamanik, Kota Bandung.

Di halaman rumah itu, Bobbi Jaelani, 40, atau akrab disapa Mang Bob, bersama rekannya Agus Baso, 30, tengah merampungkan mural di tembok tanggul Sungai Cironggeng. Panjang mural sekitar 35 meter dengan tinggi 1,5 meter.”Ya, sudah hampir selesai. Tinggal polesan-polesan akhir. Sedikit kejar tayang karena besok, Kamis, kami harus berangkat ke Kota Banjar untuk menggarap mural di Polres setempat,” ujar Mang Bob, diamini Agus Baso.
Diskusi dan Improvisasi Bareng Keluarga Eka Santosa
Saat ditanya soal tantangan pengerjaan, Mang Bob mengaku tidak menemui kendala berarti.
“Alhamdulillah relatif tidak ada hambatan. Kebetulan sekarang musim kemarau. Kalau musim hujan tentu akan lebih repot,” jelasnya. Untuk tema mural, ia mengaku banyak berdiskusi dan berimprovisasi bersama Jati dan ayahnya.

“Pak Eka Santosa memberikan banyak masukan mengenai isu-isu lingkungan yang penting diketahui generasi sekarang,” katanya.Mang Bob sendiri merupakan seniman mural lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Ia dikenal aktif di Creative Division Viking Persib Club.
Apresiasi dari Tokoh dan Warga
Karya yang memadukan semangat mencintai lingkungan dan kecintaan terhadap Persib Bandung itu mendapat apresiasi langsung dari Eka Santosa.
“Saya terkesan dengan karya Mang Bob yang lahir dari hasil diskusi bersama anak saya, Jati. Bertahun-tahun tembok tanggul sungai ini tampak biasa saja, tetapi mulai malam ini berubah menjadi lebih hidup,” ujar Eka. Ia berharap pesan mencintai lingkungan melalui filosofi Sunda ‘Bapa Langit, Indung Bumi’ semakin bergema di Kompleks Arcamanik Endah.

“Akan lebih membanggakan lagi apabila suatu saat mural ini dapat diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Pak Farhan,” kata Novianto.
Mural Jadi Tren Baru Kampanye Lingkungan
Secara terpisah, Mang Bob menilai mural kini mulai menjadi pilihan masyarakat sebagai media penyampaian pesan.
“Sekarang mulai muncul tren membuat mural. Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika masyarakat lebih banyak memasang gambar cetak berbahan vinyl yang lama-kelamaan mudah sobek karena terpaan angin maupun cuaca,” tuturnya.Melalui karya ini, ia berharap mural tidak hanya menjadi penghias lingkungan.
“Semoga mural ini membuat warga kompleks semakin tergerak untuk memilah sampah, menjaga kebersihan, dan lebih peduli terhadap gerakan pelestarian lingkungan secara umum,” pungkasnya.Usai dari Arcamanik, Mang Bob dan tim dijadwalkan melanjutkan karya mural serupa di Polres Kota Banjar pada Kamis.(HS, RD & PM/dtn)










