destinasiaNews – Penomena sampah di Bandung Raya dan Jawa Barat kembali disorot. Kaukus Ketokohan Jawa Barat mendesak percepatan operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dan penghentian Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sarimukti yang dinilai sudah tidak layak dipertahankan.
Desakan itu disampaikan Eka Santosa, Pemerhati Lingkungan sekaligus Ketua Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ), dalam Sarasehan Lingkungan dan Kehutanan bertajuk “Bapak Langit, Ibu Bumi” di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant, Jumat (5/6/2026).
Sarasehan dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Dr. Ir. Kasan, M.M., Sekretaris Kemenko Pangan RI, mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, dan pengusaha Pasar Induk Caringin Agung Suryamal.
Lima Rekomendasi Strategis Kaukus Ketokohan Jabar
Pertama: Kaukus mendorong segera beroperasinya Legok Nangka sebagai solusi jangka panjang sampah Bandung Raya dan Jabar. Proyek ini sudah memiliki dasar kuat sebagai TPA regional dengan investasi sekitar Rp1,7 triliun. “Legok Nangka sah sebagai TPS untuk Jawa Barat. Harus segera dioperasikan,” tegas Eka.
Kedua: Kaukus mendesak Sarimukti dihentikan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan bernilai ekologis. “Kami mendukung class action agar Sarimukti ditutup dan kawasannya kembali menjadi hutan,” ujar Eka.
Ketiga: Kaukus meminta pemerintah pusat mengambil alih pengelolaan sampah Bandung Raya dan Jabar. Kondisi dinilai sudah darurat, butuh penanganan cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Kaukus menilai ada kelalaian Pemprov Jabar yang berkontribusi pada krisis ini. Masyarakat sipil tengah mempertimbangkan langkah hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Keempat: Masyarakat diajak aktif memilah sampah rumah tangga, mengompos, memakai ulang barang layak pakai, dan mengelola sampah mandiri untuk meringankan beban TPA.
Kelima: Penyelesaian krisis sampah butuh kebijakan pemerintah, kolaborasi pemangku kepentingan, dan perubahan perilaku masyarakat.
Sarasehan ini juga menjadi refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. “Jika Legok Nangka segera beroperasi dan pengelolaan dilakukan dari hulu ke hilir, Jawa Barat punya peluang besar keluar dari ancaman darurat sampah,” pungkas Eka. (*REd).









