destinasiaNews – PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan harga BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kehadiran MPV elektrifikasi ini dinilai semakin relevan di tengah kenaikan harga bahan bakar yang dalam beberapa bulan terakhir mencapai lebih dari 32%. Kondisi itu membuat masyarakat semakin fokus pada efisiensi penggunaan kendaraan tanpa mengorbankan fleksibilitas.
Selama puluhan tahun, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) jadi tulang punggung mobilitas nasional. Kontribusinya lebih dari 30% dari total penjualan kendaraan di Indonesia. MPV dipilih keluarga maupun pelaku usaha untuk aktivitas harian, perjalanan antar kota, hingga operasional bisnis. Peran besar inilah yang membuat efisiensi dan biaya kepemilikan jadi pertimbangan utama konsumen.
BYD M6 DM: Listrik untuk Harian, Fleksibel untuk Jarak Jauh
Menjawab kebutuhan itu, BYD menghadirkan BYD M6 DM dengan teknologi Dual Mode berpendekatan EV-oriented. Pengguna bisa merasakan karakter berkendara responsif, halus, dan efisien layaknya mobil listrik. Tapi tetap punya fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jauh.
“Kenaikan harga energi membuat masyarakat butuh solusi mobilitas yang nyaman, fleksibel, dan mengurangi ketergantungan pada fluktuasi BBM. Hari ini BYD Indonesia resmi umumkan harga BYD M6 DM yang semakin terjangkau, mulai dari Rp298.000.000, agar lebih banyak masyarakat bisa rasakan manfaat teknologi DM,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Berdasarkan simulasi 3 tahun pemakaian, BYD M6 DM mampu menekan biaya perawatan hingga sekitar 30% lebih baik dibanding MPV konvensional sekelas. Efisiensi ini didapat dari optimalisasi penggunaan energi listrik dan BBM sesuai kebutuhan berkendara.
Harga dan Varian BYD M6 DM
Untuk menjangkau kebutuhan berbeda, BYD M6 DM hadir dalam 2 tipe dan 5 varian:
BYD M6 DM Cross: 1. Superior Captain: Rp390.000.000; 2. Superior: Rp380.000.000; 3. Advanced: Rp360.000.000.
BYD M6 DM Classic: 1. Dynamic: Rp318.000.000; 2. Standard: Rp298.000.000
*Harga OTR Jakarta
Sejak diperkenalkan Mei lalu, teknologi DM melalui BYD M6 sudah dapat respons positif. Tercatat lebih dari 20.000 orang menunjukkan ketertarikan memiliki kendaraan berteknologi DM. Sebagai apresiasi, BYD memberi penghargaan simbolis kepada 20 konsumen gelombang awal peralihan ke DM.
Teknologi DM 5.0 dengan Filosofi G.A.S.
Teknologi DM BYD sudah berkembang sejak 2008. Kini masuk era DM 5.0 dengan integrasi elektrifikasi dan efisiensi energi yang lebih matang. Dikembangkan dengan filosofi G.A.S: Gesit, Andal, Senyap, Super Irit.
- Gesit: Tenaga responsif dan halus seperti mobil listrik, nyaman di jalan padat maupun tol. Andal: Sistem menyesuaikan kinerja dengan kebutuhan, dari harian hingga kondisi jalan menantang di Indonesia. 3. Senyap: Kabin minim suara dan getaran untuk kenyamanan penumpang. 4. Super Irit: Efisiensi energi tinggi, kurangi konsumsi BBM, fleksibel untuk harian maupun jarak jauh.
Uji Coba Buktikan Keandalan
Sebelum rilis resmi, BYD menggelar uji coba di Jakarta untuk rasakan langsung performa DM di lalu lintas perkotaan dan jarak menengah. Hasilnya, perpaduan listrik + bensin terbukti efisien dan nyaman.
Uji coba dilanjut ke Sumatera Utara, khususnya Medan. Wilayah ini dipilih karena mobilitas dinamis, dari perkotaan hingga rute antar kota dengan tanjakan khas Sumatera. Tujuannya membuktikan adaptasi teknologi DM di berbagai kondisi jalan.
“Indonesia punya karakteristik mobilitas beragam, dari harian di kota sampai perjalanan jauh. Teknologi DM jadi alternatif relevan agar masyarakat bisa rasakan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi. Kami harap BYD M6 DM perluas akses kendaraan energi baru dan dukung transformasi mobilitas berkelanjutan,” kata Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Dengan BYD M6 DM, BYD terus memperluas pilihan mobilitas energi baru yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dan gaya hidup masyarakat Indonesia. (*Red).









