destinasiaNews – Penunjukan Susi Pudjiastututi sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb menuai beragam respons.
Di tengah antusiasme publik terhadap figur nasional yang dikenal tegas dan berprestasi itu, suara reflektif datang dari Eka Santosa selaku sahabat dekat Susi Pudjiastututi.
Dalam perbincangan santai di sebuah kafe di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Eka Santosa menyampaikan rasa senangnya atas kabar tersebut, namun, di balik itu, Eka Santosa juga menyelipkan catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama.
“Sebagai teman, tentu saya senang. Susi Pudjiastututi itu sosok pengusaha yang sudah membuktikan diri, baik di bidang perikanan, bisnis lobster, hingga penerbangan,” ujar Eka Santosa, Kamis, (30/4/2026), di Bandung.
Namun demikian, Eka Santosa menegaskan, dunia perbankan memiliki karakter yang berbeda. Menurutnya, sektor ini sangat bergantung pada kepercayaan (trust) dan sistem finansial yang kompleks, sehingga membutuhkan pengalaman dan pemahaman mendalam di bidang tersebut.
Eka Santosa mengingatkan agar penunjukan ini tidak semata-mata didorong oleh popularitas, Eka Santosa khawatir nama besar Susi Pudjiastututi justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
“Saya hanya khawatir, jangan sampai nama besar Susi Pudjiastututi dipakai untuk manuver atau kepentingan tertentu, apalagi ini menyangkut institusi keuangan yang sangat sensitif,” tegas Eka Santosa.
Eka Santosa juga menyinggung peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki standar ketat dalam menilai kelayakan figur di sektor perbankan. Menurut Eka Santosa, proses seleksi harus tetap objektif dan tidak terpengaruh opini publik semata.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, Eka Santosa berharap tidak ada lagi figur publik yang “terjebak” dalam posisi yang kurang sesuai dengan latar belakangnya.
“Kasihan kalau hanya dijadikan alat, nama besar Susi Pudjiastututi dipakai, padahal tahu mungkin bank bjb bukan tempat yang paling tepat,” ujar Eka Santosa.
Meski demikian, nada bicara Eka Santosa tetap hangat dan penuh canda, Eka bahkan menyatakan dukungan penuh jika Susi Pudjiastututi kembali ke bidang yang telah membesarkan namanya.
“Kalau Susi Pudjiastututi kembali ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, saya dukung 2.000 persen,” ujar Eka Santosa sambil tertawa.
Di akhir pernyataannya, Eka Santosa memberikan pesan sederhana namun bermakna, keputusan besar perlu dipertimbangkan secara matang.
“Kalau boleh saya ikut menyarankan, ya sebaiknya dipikir-pikir dulu, ini bukan soal mampu atau tidak, tapi soal kecocokan,” pungkas Eka Santosa.
Penunjukan ini menjadi momentum penting untuk menimbang kembali relasi antara popularitas, kompetensi, dan kebutuhan institusi.
Di satu sisi, figur kuat seperti Susi Pudjiastututi membawa energi dan kepercayaan publik, namun di sisi lain, kehati-hatian tetap diperlukan agar langkah strategis ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi dunia perbankan nasional. (HS/dtn)









