destinasiaNews – Dinamika internal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat terkait pelaksanaan Pra Musyawarah Daerah (Pra-Musda) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI di Jakarta pada 5 Juni 2026 masih menjadi perhatian sejumlah tokoh organisasi.
Sejumlah tokoh senior HKTI Jawa Barat menilai bahwa proses menuju Musyawarah Daerah (Musda) perlu dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip demokratisasi, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap mekanisme organisasi yang berlaku.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Duddy R dan Dr. Ir. D. Gandana, MK., M.Si., dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Keduanya turut menanggapi aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh Ir. Budi Sanusi, Anggota Forum Inisiator Musda HKTI Jawa Barat. Forum yang terbentuk sejak Maret 2026 tersebut merupakan wadah komunikasi dan rekonsiliasi yang menghimpun berbagai unsur HKTI di Jawa Barat dengan tujuan memperkuat persatuan organisasi.
Menurut sejumlah anggota forum, setiap tahapan menuju Musda diharapkan dapat berjalan secara inklusif dan tidak mengurangi semangat rekonsiliasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.
Organisasi yang Solid untuk Mendukung Ketahanan Pangan
Dr. Ir. D. Gandana, MK., M.Si. menyampaikan bahwa HKTI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Karena itu, stabilitas dan soliditas organisasi menjadi faktor penting.
“Di tengah upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, organisasi diharapkan dapat berjalan secara solid dan kondusif. Jawa Barat memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga persatuan organisasi menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Menjaga Semangat Rekonsiliasi dan Kebersamaan
Sementara itu, Duddy R menegaskan bahwa HKTI selama ini dibangun atas semangat kebersamaan dan pengabdian terhadap kemajuan sektor pertanian.
“Sejak lama kami beraktivitas di HKTI dengan mengedepankan kebersamaan dari berbagai unsur. Fokus utama organisasi adalah memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pengalaman dinamika organisasi di masa lalu sebagai pembelajaran dalam memperkuat persatuan.
“Saat ini yang diperlukan adalah menjaga organisasi tetap utuh, rukun, dan kondusif. Masyarakat Jawa Barat memiliki nilai-nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh yang patut menjadi inspirasi dalam membangun kebersamaan,” tambahnya.
Harapan terhadap Proses Musda HKTI Jawa Barat
Sejumlah kalangan juga memberikan perhatian terhadap mekanisme Pra-Musda yang diprakarsai DPN HKTI. Menurut pandangan yang berkembang di Forum Inisiator Musda HKTI Jawa Barat, mekanisme tersebut memerlukan penjelasan lebih lanjut agar selaras dengan ketentuan organisasi yang berlaku.
Selain itu, berkembang informasi mengenai kemungkinan munculnya nama Dr. Buky Wibawa Karya Guna (Buky Wikagoe) sebagai calon tunggal pada Musda HKTI Jawa Barat mendatang. Sejumlah pihak berharap proses penjaringan kepemimpinan dapat berlangsung secara terbuka, partisipatif, dan sesuai mekanisme organisasi guna memperkuat demokratisasi di tubuh HKTI Jawa Barat.
Komitmen pada Keberimbangan Informasi
Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Dr. Buky Wibawa Karya Guna terkait berbagai pandangan yang berkembang. Upaya komunikasi telah dilakukan melalui saluran yang tersedia, namun belum diperoleh tanggapan resmi.
Demikian pula, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi DPN HKTI, Dr. Buky Wibawa Karya Guna, maupun pihak-pihak terkait lainnya sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip keberimbangan informasi dan etika komunikasi publik.
Siaran pers ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya proses organisasi yang demokratis, kondusif, dan berorientasi pada persatuan demi kemajuan sektor pertanian di Jawa Barat. (*Red).









